Kamis, 03 Desember 2009

MENGKUDU


Nama latin: Morinda citrifolia L.

Sinonim : Bancudus latifolia, Rumph

Familia : Rubiaceae

Nama daerah: Mengkudu; Kudu; Kemudu; Cangkudu; Bengkudu; Keumudu; Lengkudu; Bakudu; Kodhuk; Pace; Benthis; Makudu; Mekudu; Bingkudu; Wangkudu; Kungkudu; Manakudu; Bangkulu; Pamarae; Neteu; Labannan; Tibah; Ai-kombo.

Deskripsi tanaman: Mengkudu (MORINDA CITRIFOLIA) termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter diatas permukaan laut. Mengkudu merupakan tumbuhan asli dari Indonesi. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bungan bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang pinggiran-pinggiran kebun rumah.

Habitat: Tumbuh liar di tepi pantai dan ditanam di seluruh Nusantara. Tumbuhan ini dapat tumbuh pada lahan dengan ketinggian 1-1500 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Buah ; Akar ; Daun

Komposisi :
Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. Adapun kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril, sorandiyiol, Alkalaoid; Antrakuinon; Alzarin;

Khasiat: Hipotensif; Autelmintik; Emenagog.

Nama simplesia: Morindae citrifoliae Fructus
Resep tradisional:

Amandel
Buah mengkudu (parut)1 buah; Air matang 100 ml, Diseduh lalu beningannya ditambah madu satu sendok teh, Untuk berkumur; ramuan tidak berbahaya bila tertelan.
Limpa membesar
Buah mengkudu (parut)2 buah; Cuka encer sedikit, Peras dan saring, Diminum 1 hari sekali 1 ramuan.

Sariawan
Buah mengkudu (parut)1 buah; Buah pisang batu 2 buah; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Tekanan darah tinggi, Buah mengkudu (parut)1 buah; Air matang 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Hipertensi
Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 sendok
makan madu.
Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,
kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.
Cara menggunakan: diminum dan diulangi 2 hari sekali.

Sakit Kuning
Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong
gula batu.
Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,
kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.
Cara menggunakan : diminum dan diulangi 2 hari sekali.

Demam (masuk angin dan infuenza)
Bahan: 1 buah Mengkudu dan 1 rimpang kencur;
Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

Batuk
Bahan: 1 buah Mengkudu dan ½ genggam daun poo (bujanggut);
Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

Sakit Perut
Bahan: 2-3 daun Mengkudu
Cara Membuat: ditumbuk halus, ditambah garam dan diseduh air
panas.
Cara menggunakan: setelah dingin disaring dan diminum.

Menghilangkan sisik pada kaki
Bahan: buah Mengkudu yang sudah masak di pohon.
Cara menggunakan: bagian kaki yang bersiisik digosok dengan buah
mengkudu tersebut sampai merata, dan dibiarkan selama 5-10 menit,
kemudian dibersihkan dengan kain bersih yang dibasahi dengan air
hangat.

Rabu, Agustus 27, 2008

LIDAH BUAYA


Nama latin: Aloe vera Linn.

Sinonim :
Aloe barbadensis, Mill. Aloe vulgaris, Lamk.

Familia :
Liliaceae

Nama daerah: Ilat boyo; Letah buaya; Jadam Lidah buaya (Indonesia), Crocodiles tongues (Inggris); Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), Lu hui (Cina);

Deskripsi tanaman: Tumbuhan liar di tempat yang berhawa panas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat. a. Batang Tanaman Aloe Vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe Vera yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun. Batang Aloe Vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru atau anakan. b. Daun Daun tanaman Aloe Vera berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 - 75 cm, dengan berat 0,5 kg - 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf-saf. c. Bunga Bunga Aloe Vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam di pegunungan. d. Akar Akar tanaman Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 - 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

Habitat: Tumbuh liar di tempat yang berhawa panas.

Bagian tanaman yang digunakan: Daging daun

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, dingin. Anti radang, pencahar (Laxative), parasitiside. Herba ini masuk ke meridian jantung, hati dan pancreas. KANDUNGAN KIMIA: Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin, Betabarboloin; Damar.

Khasiat: Anti inflamasi; Laksatif; Stomakik; Ekspektoran.

Nama simplesia: Succus Aloe inspissatus
Resep tradisional:
BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, akar, pemakaian segar,

KEGUNAAN:
1. Sakit kepala, pusing.
2. Sembelit (Constipation).
3. Kejang pada anak, kurang gizi (Malnutrition).
4. Batuk rejan (Pertussis), muntah darah.
5. Kencing manis (DM), wasir.
6. Peluruh. haid.
7. Penyubur rambut.

PEMAKAIAN:
Daun.. 10 - 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 - 3 gram.
Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal.

PEMAKAIAN LUAR:
Daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut.
a. Penyubur rambut:
Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam
yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah
mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya
rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai
hasil yang memuaskan.

b. Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan):
Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian
tubuh yang terkena api/air panas.

c. Bisul:
Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.

Kamis, Agustus 21, 2008

ILER

Nama latin: Coleus atropurpureus Benth.

Nama daerah: Miana; Jawer kotok; Kentangan.

Deskripsi tanaman: Tumbuhan secara liar diladang atau dikebun-kebun bisa digunakan sebagai tanaman hias. Berbatang basah yang tingginya mencapai 1 meter. Daunnya berbentuk segitiga atau bentuk bulat telur dengan warna yang sangat bervariasi dari hijau hingga merah ungu berbulu, dan tepinya beringgit. Bunganya berwarna merah atau putih, ungu atau kuning.

Habitat: Dapat tumbuh liar di ladang-ladang, di kebun-kebun sebagai tanaman hias.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Lendir; Minyak atsiri; Alkaloid; Flavonoid; Saponin.

Khasiat: Emenagog; Anti bengkak

Nama simplesia: Plectranthi scutellaroidi Folia

Resep tradisional:

Habis bersalin
:
Daun iler segar 12 helai; Herba jung Rahab (abunya)1 sendok teh; Asam kawak secukupnya; Air secukupnya, Herba jung rahab secukupnya dibakar dan diambil abunya. Ramuan dipipis hingga berbentuk pasta, Ditapalkan di perut. Radang usus:
Daun iler segar 12 helai; Bawang merah (disangrai)1 umbi; Rimpang kunyit 2 g; Herb apatikan cina segar 7 g; Menyan madu 1/2 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml (infus)atau 1/4 cangkir (pipisan).

Wasir:

Daun iler segar 12 helai; Daun wungu segar 7 helai; Herba pegagan segar 1 genggam secukupnya; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.

Rabu, Agustus 20, 2008

GANDA RUSA

Nama latin: Justica gendarrusa L.

Nama daerah: Besi-besi; Handarusa; Gondarusa; Ghandarusa; Gandarisa; Tatok

Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tegak, tinggi lebih kurang 1,8 meter. Batang berkayu, segi empat, bercabang, beruas, berwarna cokelat. Daun tunggal, bentuk lanset, panjang 3-6 cm, lebar 1,5-3,5 cm, bertulang menyirip, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk malai, panjang 3-12 cm, mahkota bentuk tabung, berbibir dua, berwarna ungu. Buah bentuk gada, berbiji empat, licin, masih muda berwarna hijau setelah tua hitam.

Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di hutan dan sering dijumpai sebagai tanaman pagar.

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Alkaloid; Saponin; Flavonoid; Polifenol; Alkaloid yustisina; Minyak atsiri.

Khasiat: Analgesik; Antipiretik; Diaforetik; Diuretik; Sedatif

Nama simplesia: Gendarussae Folium

Resep tradisional:
Memar:
Daun gandarusa segar beberapa helai; Minyak kelapa secukupnya, Dilayukan di atas api kecil, Ditempelkan pada kulit yang memar.
Sakit kepala:
Daun gandarusa segar beberapa helai; Lada beberapa butir; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diborehkan pada pelipis dan dahi, bila perlu dibalut dengan kain basah; diulang setiap 3 jam.
Rematik:
Daun gandarusa segar beberapa helai; Daun kecubung segar beberapa helai; Lada hitam beberapa butir; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diborehkan pada bagian yang nyeri; bila perlu dibalut dengan kain basah; diulang setiap 3 jam; tidak dianjurkan bagi ibu hamil.

Selasa, Agustus 19, 2008

Ekor Kucing

Acalypha hispida Burm. F

Famili : Euphorbiaceae

Daerah : Jawa : Ekor Kucing, Sunda : Talianjing, Ternate : Lofiti
Asing : Cat’s tail, Gou Wei Hong (Cina)
Sifat Kimiawi : Kaya kandungan kimia antara lain acalyphin, flavonoid, saponin, tanin. Penutup luka dan Peluruh air seni.
Efek Farmakologis : Dalam farmakologi Cina, tanaman ini bersifat Rasa manis, Sejuk, Kelat dan menghentikan pendarahan.
Bagian tanaman yang digunakan : Untai bunga dan daun.Cara budidaya : Perbanyakan tanam-an dg menggunakan stek batang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pe-mupukan terutama pupuk dasar

Resep tradisional :
MUNTAH DARAH : Bunga di kunyah mentah bersama pinang putih, kalau perlu tambah jahe sedikit, kencur, daun pule yang masih muda. Lakukan sepanjang hari. Atau bunga dilumatkan bersama gula sama banyak, makan.
DISENTRI : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.
RADANG USUS : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.
CACINGAN : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.
KUSTA : Daun secukupnya di cuci bersih, tambahkan kencur secukupnya, ditumbuk halus sampai jadi seperti bubur. Di pakai untuk mengoles bagian badan yang luka.

Minggu, Agustus 17, 2008

DAUN SIRIH

Nama latin: Piperbetie L.

Nama daerah: Sirih; Suruh

Deskripsi tanaman: Perdu, merambat, batang berkayu, berbuku-buku, bersalur, berwarna hijau keabu-abuan. Daun tunggal, bulat panjang, berwarna kuning kehijauan sampai hijau tua, yang sudah bisa dipetik biasanya sudah selebar 10 cm, panjang 15 cm. Buah buni, bulat, berwarna hijau keabu-abuan.

Habitat: Tanaman ini dapat tumbuh di daerah yang lembab.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Eugenol; Metil eugenol; Karvakral; Kavikal; Alil katekal; Kalribetol; Sineol; Estragol; Karoten; Tiamin; Riboflavin; Asam nikotinat; Vitamin C; Tanin; Gula; Pati; Asam amino

Khasiat: Astringen; Ekspektoran; Sialagoga; Hemostatik; Antiseptik

Nama simplesia: Piperis Folium

Resep tradisional:
Kaki bengkak:
Daun sirih 2 helai; Cabai jawa 3 buah; Lempuyang emprit 1 rimpang; Beras sedikit; Air sedikit; Arak secukupnya, Ramuan dihaluskan dengan bantuan sedikit air; kemudian ditambah arak secukupnya, Digosokkan pada kaki yang bengkak sebelum tidur.
Keputihan:
Daun sirih 2 helai; Daun Jambu biji 5 helai; Air 210 ml, Dibuat infus, Dicebokkan 2 kali sehari.
Malaria:
Daun sirih segar 20 helai; Daun sembung 20 helai; Daun asam 1 genggam; Daun beluntas 20 helai; Kulit kayu pulai 3 jari tangan; Air 2 panci, Dididihkan, Uapnya digunakan untuk mandi ukub(mandi uap).
Napas/mulut bau:
Daun sirih 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 50 ml.
Nyeri sendi:
Buah sirih 5 butir; Lempuyang emprit 1 rimpang; Ragi secukupnya, Dihaluskan ditambahan arak, Digosokkan pada tempat yang nyeri.
Pendarahan hidung(mimisan):
Daun sirih, Diremas dan digulung, Dimasukkan ke dalam hidung.
Radang mulut:
Daun sirih 2 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 100 ml.
Suara parau dan Batuk:
Daun sirih 2 g; Buah kapulaga 1 g; air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Jumat, Agustus 15, 2008

Ciplukan

Merupakan tumbuhan semusim, biasanya ditempat kosong yang tidak terlalu becek seperti pinggiran selokan, pinggir kebun dan lereng tebing sungai. Bisa tumbuh baik pada ketinggian 0 - 1800 m dpl.

KLASIFIKASI - Ciplukan biasa disebut Physallis peruvianna L., atau Physallis angulata Linn atau Physallis minina Linn, termasuk famili tumbuhan Solanaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Keceplokan, Nyornyoran atau Cecendet.

SIFAT KIMIAWI - Memiliki berbagai kandungan kimia, yang sudah diketahui a.l : Chlorogenik acid, C27H44O-H2O, Asam sitrun dan fisalin, Buah mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula, sedangkan bijinya mengandung Claidic acid.

EFEK FARMAKOLOGIS - Tumbuhan ini bersifat analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar tubuh. Dalam farmakologi Cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa pahit dan sifat sejuk.

BAGIAN TANAMAN YANG BERGUNA - Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan buah.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

1. Influenza dan Sakit tenggorokan - Tanaman 9 - 15 gram direbus air secukupnya dan diminum airnya.
2. Batuk Rejan (pertusis), Bronchitis, Gondongan - sama seperti pengobatan Influenza
3. Bisul - Daun Ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus lalu diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, dibalut dan diganti 2x sehari.
4. Borok - sama seperti bisul, hanya ditambah air kapur sirih secukupnya.
5. Kencing Manis - Tanaman direbus 3 gelas air menjadi 1 gelas, saring dan minum.
6. Sakit paru-paru - Tanaman Ciplukan lengkap direbus dengan 3 - 5 gelas air mendidih, saring dan minum airnya 3 x sehari secangkir.
7. Ayan - Buah Ciplukan 8 - 10 buah dimakan tiap hari.

BUDI DAYA - Perbanyak tanaman dengan biji. Biji disemai kemudian tanaman muda dipindahkan ketempat penanaman. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau dengan menjaga kelembabab tanah. Disamping itu juga dibutuhkan pemupukan terutama pupuk dasar.

Kamis, Agustus 14, 2008

Bunga Pagoda


Nama latin: Clerodendrum japonicum (Thunb)

Nama daerah: Senggugu; Tumbak raja

Deskripsi tanaman: Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

Habitat: Tumbuh di pekarangan rumah atau di tepi jalan

Bagian tanaman yang digunakan: Akar ; Daun

Kandungan kimia: Alkoloid; Garam Kalium; Zat Samak

Khasiat: Antiradang; Diuretik; Sedatif; Hemostatis

Nama simplesia: Clerodendri Radix

Resep tradisional:
Bisul dan Koreng:
Daun bunga pagoda 7 lembar; Madu 25 ml; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum pagi dan sore
Wasir berdarah:
Akar bunga pagoda 25 g; Air 110 ml, Direbus hingga mendidih, Diminum 2 kali sehari

Rabu, Agustus 13, 2008

Asam

Nama latin: Tamarindus indica Linn

Nama daerah: Tangkal asam; Acem; Celagi

Deskripsi tanaman: Pohon menahun dan besar tingginya mencapai 15 m. Daunnya bersirip genap, setiap tahun antara bulan september - oktober daun-daun itu luruh berganti dengan baru. Bunganya berwarna kuning . Buahnya bentuk polong.

Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang di tanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Didataran rendah 1 - 300 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu.

Kandungan kimia: Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin.

Khasiat: Laksan; Analgesik; Diaforitik; Laksatif

Nama simplesia: Tamarindori Pulpa Cruda

Resep tradisional
:

Demam
Asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Eksem
Asam 1 ruas ibu jari; rimpang temulawak 4 keping; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 110 ml

Nyeri haid
Asam 1 ruas ibu jari; kunyit 1 jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Selasa, Agustus 12, 2008

KUNYIT/KUNIR

Nama latin: Curcuma domestica

Nama daerah: Kunir; Kunyir; Koneng; Kunyet; Kuning; Kuneh

Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 0,75 m, daunnya berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah atau merah muda. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang. Perbanyakannya dengan anakan

Habitat: Tumbuh di ladang dan di hutan, terutama di hutan jati. Banyak juga ditanam di perkarangan. dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2000 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Rimpang

Kandungan kimia: Tumeron; Zingiberon; Seskuiterpena alkohol; Kurkumin; Zat pahit; Lemak hars; Vitamin C

Khasiat: Kholagog; Stomakik; Antispasmodik; Anti inflamasi; Anti bakteria; Kholeretik

Nama simplesia: Curcumae domesticae Rhizoma

Resep tradisional:
Luka dan kurap
Rimpang kunyit 1 jari; Daun asam 1 genggam; Air sedikit, Dipipis, Tempelkan pada luka dan diganti setiap 3 jam

Mencret
Rimpang kunyit 1/2 jari; Rasuk angin 1/2 sendok teh; Ketumbar 3 biji; Buah kayu ules 1 biji; daun trawas 1 helai, Campuran ditumbuk; ditambah air 115 ml dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml

Nyeri haid
Rimpang kunyit 1 jari; Ketumbar 7 butir; Cengkih 1 butir; Asam kawak; Biji pala, Campuran ditumbuk; ditambah air 110 ml; dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Sakit perut
Kunyit dibakar 1 jari; Kulit batang pulosari 1 jari; Ketumbar 7 biji; Seluruh tanaman patikan cina 1 genggam; Air 1 cangkir, Campuran ditumbuk; ditambah air dan dididihkan sampai diperoleh secangkir; disaring, Bayi umur 5-7 bulan; 1 sendok teh/jam; Anak umur 1-2 tahun; diminum 2 kali sehari; 2 sendok makan; Dewasa; sehari minum 3 kali; 1/2 cangkir

Senin, Agustus 11, 2008

Bratawali

Bratawali, Tanaman Rambat Obat Malaria

Tanaman lain yang bisa dijadikan sebagai alternatif bahan obat tradisional adalah bratawali (Tinospora crispa Miers.). Tanaman ini tumbuh merambat dengan batang sebesar kelingking orang dewasa. Batangnya dipenuhi benjolan-benjolan kecil.
Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan malaria adalah batangnya. Di dalamnya terkandung alkaloid. Batang ini rasanya sangat pahit, sehingga binatang pun enggan menyentuhnya. Demikian pahitnya hingga kalau air rebusannya dikonsumsi begitu saja dapat menyebabkan muntah-muntah. Meski begitu, rebusan ini telah lama digunakan sebagai obat demam yang sukar diobati.
Sejak lebih dari setengah abad lampau khasiatnya sebagai obat deman telah diuji oleh dokter-dokter angkatan bersenjata. Mereka berkesimpulan khasiatnya baik pada beberapa kasus demam berselang (mungkin demam sebagai gejala malaria).
Serbuk batang bratawali termasuk bahan yang infusnya bersifat antipiretik. Sifat inilah yang meringankan penderitaan penderita malaria. Namun, belum diketahui apakah sifat ini disebabkan alkaloid yang dikandungnya atau oleh sebab lain. Yang pasti, dalam penelitian bahan ini tidak menurunkan jumlah eritrosit mencit yang tertular P. berghei.
Untuk menjadikannya sebagai obat tunggal tradisional diperlukan tiga per empat jari batang bratawali segar. Batang itu dipotong-potong seperlunya lalu direbus di dalam empat setengah gelas minum air hingga tinggal separuhnya.
Air rebusan disaring, diberi pemanis gula atau madu secukupnya. Hasilnya siap diminum sebagai obat oral. Tiap hari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali, masing-masing tiga per empat gelas minum.
(budi imansyah s, penulis adalah anggota HAKLI)

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0609/15/ipt04.html

Kamis, Agustus 07, 2008

Tumere Jahe

Jahe

Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari bahasa Sansekerta, singaberi.

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Lebih lanjut silahkan menuju ke Klik=>

Rabu, Agustus 06, 2008

Sirih Merah euy...

SIRIH MERAH SEBAGAI TANAMAN OBAT MULTI FUNGSI

Tanaman sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Sirih merah sejak dulu telah digunakan oleh masyarakat yang berada di Pulau Jawa sebagai obat untuk meyem-buhkan berbagai jenis penyakit dan merupakan bagian dari acara adat. Penggunaan sirih merah dapat digunakan dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul. Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik. Sirih merah banyak digunakan pada klinik herbal center sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimia. Potensi sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan dalam penggunaannya sebagai bahan obat moderen.
Tanaman sirih mempunyai banyak spesies dan memiliki jenis yang beragam, seperti sirih gading, sirih hijau, sirih hitam, sirih kuning dan sirih merah. Semua jenis tanaman sirih memiliki ciri yang hampir sama yaitu tanamannya merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai yang tumbuh berselang seling dari batangnya.
Sirih merah (
Piper crocatum) adalah salah satu tanaman obat potensial yang sejak lama telah di-ketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, disamping itu juga memiliki nilai-nilai spritual yang tinggi. Sirih merah termasuk dalam satu elemen penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat khususnya di Jogyakarta. Tanaman ini termasuk di dalam famili Piperaceae dengan penampakan daun yang berwarna merah keperakkan dan mengkilap saat kena cahaya.
Sirih merah tumbuh merambat di pagar atau pohon. Ciri khas tanaman ini adalah berbatang bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian ujung daun meruncing. Permukaan daun meng-kilap dan tidak merata. Yang mem-bedakan dengan sirih hijau adalah selain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan berlendir serta aromanya lebih wangi.
Ramuan sirih merah telah lama dimanfaatkan oleh lingkungan kraton Yogyakarta sebagai tanaman obat yang beguna untuk ng
adi salira. Pada tahun 1990-an sirih merah difungsikan sebagai tanaman hias oleh para hobis, karena penampilannya yang menarik. Permukaan daunnya merah keperakan dan mengkilap. Pada tahun-tahun terakhir ini ramai dibicarakan dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Dari beberapa pengalaman, diketahui sirih merah memiliki khasiat obat untuk berbagai penyakit. Dengan ramuan sirih merah telah banyak masyarakat yang tersembuhkan dari berbagai pe-nyakit. Oleh karena itu banyak orang yang ingin membudidayakannya.

Aspek budidaya

Sirih merah dapat diperbanyak secara vegetatif dengan penyetekan atau pencangkokan karena tanaman ini tidak berbunga. Penyetekan dapat dilakukan dengan menggunakan sulur dengan panjang 20-30cm. Sulur sebaiknya dipilih yang telah mengeluarkan akar dan mempunyai 2-3 daun atau 2-3 buku. Untuk mengurangi penguapan, daun dikurangi sebagian atau buang seluruhnya. Sulur diambil dari tanaman yang sehat dan telah berumur lebih dari setahun. Cara perbanyakan dengan dengan setek dapat dilakukan dengan me-nyediakan media tanam berupa pasir, tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1:1, media tersebut dimasukkan ke dalam polibeg berdi ameter 10 cm yang bagian bawahnya sudah dilubangin. Setek yang telah dipotong-potong direndam dalam air bersih selama lebih kurang 15 menit. Setek ditanam pada poli-beg yang telah berisi media tanam. Letakkan setek ditempat yang teduh dengan penyinaran matahari lebih kurang 60%.
Perbanyakan dengan cara pencangkokan dilakukan dengan me-milih cabang yang cukup tua kira-kira 15cm dari batang pokoknya, kemudian cabang tersebut diikat atau dibalut ijuk atau sabut kelapa yang dapat menghisap air. Pencangkokan tidak perlu mengupas kulit batang. Cangkok diusahakan selalu basah agar akarnya cepat tumbuh dan berkembang. Cangkok dapat dipotong dan ditanaman di polibeg apabila akar yang muncul sudah banyak. Untuk tempat menjalar dibuat ajir dari batang kayu atau bambu. Penyiraman dilakukan satu sampai dua kali dalam sehari tergantung cuaca.
Penanaman di lapangan dilakukan pada awal musim hujan dan sebagai tiang panjat dapat digunakan tanaman dadap dan kelor. Jarak tanam dapat digunakan 1x1m, 1x1,5m tergantung kondisi lahan.
Sirih merah dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah dan tidak terlalu sulit dalam pemeliharaannya. Selama ini umumnya sirih merah tumbuh tanpa pemupukan. Yang penting selama pertumbuhannya di lapangan adalah pengairan yang baik dan cahaya matahari yang diterima sebesar 60 - 75%.

Penangan pasca panen
Tanaman sirih merah siap untuk dipanen minimal berumur 4 bulan, pada saat ini tanaman telah mempunyai daun 16-20 lembar. Ukuran daunnya sudah optimal dan panjangnya mencapai 15-20cm. Daun yang akan dipanen harus cukup tua, bersih dan warnanya mengkilap karena pada saat itu kadar bahan aktifnya sudah tinggi. Cara pemetikan dimulai dari daun tanaman bagian bawah menuju atas.
Setelah dipetik, daun disortir dan direndam dalam air untuk membersikan kotoran dan debu yang me-nempel, kemudian dibilas hingga bersih dan ditiriskan. Selanjutnya daun dirajang dengan pisau yang tajam, bersih dan steril, dengan lebar irisan 1 cm. Hasil rajangan dikering anginkan di atas tampah yang telah dialas kertas sampai kadar airnnya di bawah 12%, selama lebih kurang 3-4 hari. Rajangan daun yang telah kering dimasukkan ke dalam kan-tong plastik transparan yang kedap air, bersama-sama dimasukan silika gel untuk penyerap air, kemudian ditutup rapat. Kemasan diberi label tanggal pengemasan selanjutnya di-simpan di tempat kering dan bersih. Dengan penyimpanan yang baik simplisia sirih merah dapat bertahan sampai 1 tahun.Cara penggunaan simplisia sirih merah yaitu dengan merebus sebanyak 3-4 potongan rajangan dengan satu gelas air sampai mendidih. Setelah mendidih, rebusan tersebut disaring dan didinginkan. Penggunaan sirih merah dapat dilakukan selain dalam bentuk simplisia juga dalam bentuk teh, serbuk, dan ekstrak kapsul.
Pembuatan serbuk sirih merah yaitu diambil dari simplisia yang telah kering kemudian digiling dengan menggunakan grinder men-capai ukuran 40 mesh. Pengemasan dilakukan pada kantong plastik transparan dan diberi label. Sedang-kan ekstrak kapsul dibuat dari hasil serbuk yang di ekstrak dengan menggunakan etanol 70%. Ekstrak kental yang didapat ditambahkan bahan pengisi tepung beras 50% dan dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 400C, setelah kering dimasukkan ke dalam kapsul.

Kandungan kimia
Tanaman memproduksi berbagai macam bahan kimia untuk tujuan tertentu, yang disebut dengan metabolit sekunder. Metabolit sekunder tanaman merupakan bahan yang tidak esensial untuk kepentingan hidup tanaman tersebut, tetapi mempunyai fungsi untuk berkompetisi dengan makhluk hidup lainnya. Metabolit sekunder yang diproduksi tanaman bermacam-macam seperti alkaloid, terpenoid, isoprenoid, flavonoid, cyanogenic, glucoside, glucosinolate dan non protein amino acid. Alkaloid merupakan metabolit sekunder yang paling banyak di produksi tanaman. Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistim heterosiklik. Nenek moyang kita telah memanfaatkan alkaloid dari tanaman sebagai obat. Sampai saat ini semakin banyak alkaloid yang ditemukan dan diisolasi untuk obat moderen.
Para ahli pengobatan tradisional telah banyak menggunakan tanaman sirih merah oleh karena mempunyai kandungan kimia yang penting untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Dari buku ”A review of natural product and plants as potensial antidiabetic” dilaporkan bahwa senyawa alko-koloid dan flavonoid memiliki ak-tivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah.
Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol, pcymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, ter-penena, dan fenil propada. Karena banyaknya kandungan zat/senyawa kimia bermanfaat inilah, daun sirih merah memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat. Karvakrol bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga bisa digunakan untuk obat antiseptik pada bau mulut dan keputihan. Eugenol dapat di-gunakan untuk mengurangi rasa sakit, sedangkan tanin dapat diguna-kan untuk mengobati sakit perut.

Sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi
Sejak jaman nenek moyang kita dahulu tanaman sirih merah telah diketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, di samping itu sirih merah memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi. Sirih merah diperguna-kan sebagai salah satu bagian penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat ”ngadi salira”. Air rebusannya yang mengandung antiseptik digunakan untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan menyembuhkan penyakit keputihan serta bau tak sedap.
Penelitian terhadap tanaman sirih merah sampai saat ini masih sangat kurang terutama dalam pengembang-an sebagai bahan baku untuk biofarmaka. Selama ini pemanfaatan sirih merah di masyarakat hanya berdasarkan pengalaman yang dilakukan secara turun temurun dari orang tua kepada anak atau saudara ter-dekat secara lisan. Di Jawa, terutama di Kraton Yogyakarta, tanaman sirih merah telah dikonsumsi sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bedasarkan pengalaman suku Jawa tanaman sirih merah mempunyai manfaat menyembukan penyakit ambeien, keputihan dan obat kumur, alkaloid di dalam sirih merah inilah yang berfungsi sebagai anti mikroba.
Selain bersifat antiseptik sirih merah juga bisa dipakai mengobati penyakit diabetes, dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Kanker merupakan penyakit yang cukup banyak diderita orang dan sangat mematikan, dapat disembuh-kan dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih merah. Beberapa pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa sirih merah dapat menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu juga dapat menyem-buhkan penyakit hepatitis.
Sirih merah dalam bentuk teh herbal bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan, ini telah dilakukan oleh klinik herbal senter yang ada di Jogyakarta, di mana pasiennya yang berobat sembuh dari diabetes karena mengkonsumsi teh herbal sirih merah. Sirih merah juga sebagai obat luar dapat memperhalus kulit.
Secara empiris diketahui tanaman sirih merah dapat menyembuhkan penyakit batu ginjal, kolesterol, asam urat, serangan jantung, stroke, radang prostat, radang mata, masuk angin dan nyeri sendi.
Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik, pada dosis tersebut mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34,3%. Lebih tinggi penurunannya dibandingkan dengan pemberian obat anti diabetes militus komersial Daonil 3,22 mml/kg yang hanya menurunkan 27% glukosa darah tikus. Hasil uji praklinis pada tikus, dapat di pakai sebagai acuan penggunaan pada orang yang men-derita kencing manis. Saat ini sudah cukup banyak klinik herbal center yang menggunakan sirih merah sebagai ramuan atau terapi yang berkhasiat dan manjur untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit

Penutup
Tanaman sirih merah mempunyai banyak manfaat dalam pengobatan tradisional, mempunyai potensi menyembukan berbagai jenis penyakit. Banyak pengalaman bahwa menggunakan sirih merah dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul dapat menyembuhkan penyakit diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Tanaman sirih merah dapat dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah sehingga mudah dikembangkan dalam skala besar.

(Sumber: Feri Manoi, Warta Puslitbangbun Vol.13 No. 2, Agustus 2007).

Khasiat Bengkoang

BEBERAPA KHASIAT BENGKOANG

1. INFORMASI TENTANG BENGKOANG
BENGKOANG KAYA PROTEIN DI AFRIKA?CropBiotech Update (05/11/2007, 11:30:03)
Bengkoang, tanaman sayuran berumbi yang tumbuh di Amerika Selatan dan Tengah, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Pasifik merupakan suatu sumber protein dan minyak benih yang digunakan dalam industri makanan di wilayah-wilayah ini. Séraphin Zanklan, seorang ilmuwan di Centre Songhai di Porto-Novo, Benin, menyelidiki tanaman bengkoang untuk potensi tumbuhnya dan potensi produksi makanan dalam kondisi iklim Afrika Barat. Dalam sebuah artikel yang akan dipublikasikan dalam jurnal Crop Science, Zanklan melaporkan bahwa terdapat sekitar 34 genotipe bengkoang tumbuh dengan dan tanpa perpindahan bunga pada satu tempat kering dan tempat teririgasi. Dari 33 sifat yang diukur, hampir semua menunjukkan variasi genetika yang besar. Sebagai tambahan, penyebaran yang mudah dari benih-benihnya membuat tanaman ini sangat diinginkan oleh para pemulia.
Email Sara Uttech dari American Society of Agronomy di suttech@agronomy.org untuk informasi tambahan.

2. PENANGKAL BIANG KERINGAT
Teriknya matahari musim panas sudah mulai kembali mengakrabi kulit. Tidak hanya menyengat dan membuat kepanasan, kadang keringat yang membanjiri tubuh juga tidak lantas berhenti sampai di situ saja.
Kulit dan keringat seringkali menjadi satu masalah tersendiri bila sudah masuk musim panas. Mungkin Anda ingat semasa kecil pernah menjadi salah satu anak yang merasa risih dan gatal karena biang keringat. Atau malah mungkin sampai kini pun masalah mengganggu itu kadang kembali mengunjungi saat musim panas tiba?
Masalah ruam kulit kemerahan dan gatal dan biasanya berbentuk bintil-bintil kecil ini mungkin memang tidak se-crucial seperti rombongan jerawat di wajah, tapi tetap saja mengganggu kan? Menaburinya dengan bedak sambil menggaruk malah bisa-bisa meninggalkan bekas kehitaman pada kulit. Untuk mengatasi masalah itu, alam ini telah memberikan solusi yang sangat jitu. Kami bocorkan resep turun-temurunnya untuk Anda. Yuk, cabut dari kebun sendiri jika ada, atau beli dari pasar, ubi jalar dan bengkoang.
Mulai meracik! Potong ubi jalar dan bengkoang diparut secukupnya. Tambahkan air pada hasil parutan dan aduk merata. Peras ‘adonan’ parutan tersebut seperti halnya Anda sedang membuat santan Biarkan air perasan tersebut selama beberapa menit untuk mengendapkan ampasnya. Hasil endapan ampas itu akan berubah menyerupai tepung.
Aplikasikan: Oleskan tepung endapan ampas tersebut pada daerah kulit Anda yang diserang biang keringat. Lakukan rutin setiap malam sampai biang keringatnya hilang sama sekali. (sukawati)

3. SETARA KEDELAI DALAM MENGHAMBAT PROSES PENUAAN
Staf pengajar Fakultas Kedokteran Undip Semarang Dr dr Prasetyowati, SpKK di Semarang, Selasa menjelaskan, hasil penelitian terhadap 30 responden yang diberi kapsul berisi ekstrak isoflavon kedelai tempe selama tiga bulan, ternyata kulitnya lebih kenyal dibanding kelompok kontrol yang tidak diberi ekstrak isoflavon.
Prasetyowati yang akhir pekan lalu meraih gelar doktor atas penelitian isoflavon ini mengemukakan, hormon ekstrogen dalam isoflavon kedelai bisa menghambat penuaan. "Mengonsumsi kedelai untuk menjaga kecantikan selain murah juga aman. Jangan tergiur dengan rayuan iklan yang menjanjikan hasil cepat dengan bahan kimiawi," katanya mengingatkan.
Karena itu, ia menyarankan kaum hawa menggunakan bahan alami ini sebagai resep menjaga badan tetap sehat dan cantik di usia paruh baya. "Isoflavon selain terdapat pada kedelai, juga ada di bengkoang," katanya.
Menurut dia, wanita paruh baya setiap hari paling tidak membutuhkan 50-100 miligram isoflavon/hari. Bila setiap 60 gram tempe mengandung 10 mg isoflavon, maka perempuan pada usia senja harus lebih banyak mengonsumsi tahu dan tempe. Ia menambahkan, kasiat isoflavon bukan hanya berguna bagi kaum Hawa. Bagi pria, menurut Prasetyowati, pemberian kapsul isoflavon pada kaum Adam bisa mencegah kanker prostat.
"Jadi, kaum Hawa dan kaum Adam yang memasuki usia 40 tahun, disarankan lebih banyak makan tahu dan tempe atau bengkoang yang banyak mengandung isoflavon," katanya. (Ant/OL-1)

4. SEMBUHKAN BISUL
12 February 2005
Ajaibnya, entah karena sudah bosan menghinggapi saya atau ada sebab musabab lainnya, bisul-bisul itu pelan-pelan menghilang, tak lagi tumbuh di tubuh saya.
Tahun 2000 lalu, ketika banyak orang memusatkan perhatian pada bakal datangnya milenium baru, saya justru kena musibah. Hampir sepanjang tahun itu, bisul selalu menyerang tubuh saya.
Penyakit yang konon disebabkan oleh darah kotor ini tumbuh silih berganti di sekujur tubuh saya. Ibarat tentara, mereka seperti pasukan Sekutu yang menyerang Irak dari segala penjuru, tanpa pernah khawatir kehabisan pasokan logistik.Bisul itu tumbuh di pantat, kaki, tangan, bahkan kepala. Tentu saja saya pusing tujuh keliling menghadapi serangan ini. Betapa tidak, satu bisul sembuh, yang lainnya tumbuh. Berbagai upaya sudah dicoba untuk menghentikan berkembangnya bisul-bisul tak diundang itu. Namun hasilnya nihil. Di antara terapi yang pernah saya lakukan, menyisipkan garam setelah bisul pecah. Toh, usaha terakhir yang lumayan menyiksa ini pun tak banyak membantu.Akhirnya, di tengah keputusasaan, saya mendatangi bidan desa. Sialnya, (barangkali sudah menjadi nasib saya untuk selalu bisulan) stok obat bisul di Puskesmas sedang habis tak bersisa. Alih-alih memberi obat pengganti, Bu Bidan malah menyarankan saya untuk rajin mengonsumsi bengkoang yang pohonnya banyak tumbuh di desa saya. Karena sudah putus asa, saran itu kujalani juga.
Ajaibnya, entah karena sudah bosan menghinggapi saya atau ada sebab musabab lainnya, bisul-bisul itu pelan-pelan menghilang, tak lagi tumbuh di tubuh saya. Peristiwa itu terjadi sejak saya rajin makan bengkoang. Mungkinkah bengkoang bisa digunakan sebagai pembersih darah, di samping khasiatnya yang telah tersohor sebagai pemutih kulit? Untuk memastikannya, tentu perlu diadakan penelitian medis lebih lanjut.
Sumber: Intisari

5. SEMBUHKAN KECANDUAN NAPZA
Saturday, 17 November 2007 ,Jombang.
Pantas bila Guruh Rama Rendra, 33, nyaris putus asa. Bertahun-tahun kecanduan napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif), lelaki yang tinggal di Jakarta ini bertekad berhenti. Tetapi tidak mudah. Berbagai cara dicoba, Guruh kembali mengonsumsi napza.
Hampir saja Guruh merelakan nyawanya direnggut pengaruh napza ketika kerabatnya setengah menyeret ke Jombang. Di rumah Bagus Idi Widjoyo, 44, pemuda itu pasrah bongkokan. Entah sudah berapa metode yang dipakai tetapi selalu membuatnya kembali kecanduan. Karena ingin sembuh, Guruh manut dengan cara yang disodorkan Bagus.
Agak aneh juga ketika pecandu putauw ini melihat Bagus memberi terapi. Dia hanya ditangani dengan bengkoang, bengkoang, dan bengkoang. Buah sederhana yang murah dan mudah didapat ini digunakan sebagai penawar sakauw (sakit karena ketagihan). Pasien, begitu orang seperti Guruh disebut, harus menjalani hidup alami. Artinya, apa yang dimakan dan diminum harus alami. Pasien wajib makan bengkoang, jambu mete, dan minum air kelapa hijau.Tentu sangat sulit beradaptasi dengan makanan alami yang tidak lazim dikonsumsi sehari-hari. Tetapi inilah gaya penyembuhan di Yayasan Qolbin Saliim, Desa Brudu, Kecamatan Sumobito, Jombang. “Semua ada aturannya dan menggunakan doa khusus,” kata Bagus.
Baru setelah pasien bisa diajak berkomunikasi, giliran dilakukan penyembuhan mental. Guruh diajak zikir dan salat. Tak hanya itu, pasien juga diajak bersosialisasi dengan tetangga. Aktivitas sehari-hari menjadi bagian dari terapi. Jadi tak heran bila melihat ada anak muda berwajah kota sedang mengangkut rumput pakan sapi. Mengusap sapi dan merawatnya dengan benar diyakini ikut membantu kesembuhan.
Sebagai lembaga rehabilitasi narkoba, secara fisik bangunan Yayasan Qolbin Saliim sama sekali tidak istimewa. Surya yang bertandang ke lokasi Rabu (14/11) sore, hanya melihat rumah sederhana dengan cat didominasi warna coklat. Halaman di samping kiri cukup luas.
Tempat rehabilitasi itu juga sekaligus sebagai rumah tinggal Bagus. Di samping kanan, menyatu dengan bangunan rumah, terdapat musala yang tidak besar, kalau tidak bisa dikatakan mini. Di dalam rumah juga tak terlihat kamar-kamar tempat pasien. Yang ada, justru kandang sapi.
Di ruang tamu memanjang, tak tampak atribut yang menunjukkan itu adalah pusat rehabilitasi napza yang memiliki banyak pasien dari luar kota. Kamar yang ada hanya ada satu karena dengan cara yang diberikan pada Guruh, Bagus tak bisa menampung banyak. Semua harus ditangani sendiri.
Karena itu banyak pasien yang memilih “rawat jalan”. Tetapi bila ada pasien yang tak tertampung di rumahnya, Bagus memanfaatkan para tetangga untuk dititipi pasien. Ini terutama yang datang dari luar kota yang jauh.“Sekarang yang masih ditangani dari Jakarta, Surabaya, dan Tulungagung,” kata Bagus yang baru saja menangani putra salah seorang perwira menengah sebuah instansi di Jatim. “Anak itu sudah sembuh total,” imbuhnya.
Bagus mengelak menyebut angka sebagai biaya pengobatan. Tetapi jelas tidak gratis karena bengkoang, kelapa hijau, dan jambu mete harus dibeli. Bengkoang memang sepele tetapi bila tidak musim bisa keluar masuk pasar mencarinya. Begitu juga kelapa hijau. Yang dibutuhkan bukan kelapa hijau biasa, tetapi yang memiliki kop (kelopak pada pangkal tangkai) dengan warna merah.
Dengan terapi ini, pasien biasanya sembuh dalam 3-6 bulan. Ikhwal bengkoang, kelapa hijau, dan jambu mete dipelajari dari kakeknya yang menjadi dukun terkenal, Noto. Keahlian alami ini diolah kembali dengan berguru pada Moh Faruk Adenan, Ketua Umum Pusat Yayasan Qolbin Saliim di Sidoarjo.
Kesembuhan selalu menjadi kebahagiaan bagi pasien dan keluarganya. Tak jarang pasien mendapat “bonus”. Para tetangga yang dititipi akhirnya menjadikan pasien sebagai menantu. Malu-malu, Guruh yang sudah dinyatakan sembuh total ini mengaku sudah “diminta” menjadi menantu tetangga Bagus. Tetapi pemuda yang sekarang menjadi wartawan sebuah situs berita bulanan ini belum menyatakan kesanggupan, walau saat ini dia juga belum ingin kembali ke Jakarta./Sutono

6. UNTUK KECANTIKAN
Gunakan saja bahan alami untuk merawat kecantikan kulit wajah. Banyak sekali alternatif untuk merawat kondisi kulit wajah agar tetap sehat dan kencang tanpa perlu menguras dana. Siapa yang tidak mau punya kulit putih bersih. Bukan hanya wanita yang mendambakan, kebanyakan pria juga menginginkannya. Seringnya kita beraktifitas sampai-sampai lupa pada kulit. Sengatan sinar matahari adalah musuh terbesar kulit kita. Lebih baik jangan sampai lupa merawat kulit, karena kulit merupakan bagian yang penting pada tubuh. Bengkoang justru yang paling baik untuk urusan warna kulit. Ada beberapa resep kecantikan yang sangat mudah dan murah yang bisa anda lakukan.

a) Menghilangkan Flek-flek Hitam Bekas Jerawat
JAKARTA – Jerawat merupakan jenis penyakit kulit yang biasa ditemukan di semua kalangan, terutama remaja. Penyebabnya antara lain faktor keturunan, ketidakseimbangan hormon, bakteri, tekanan psikologis, dan cuaca.Umumnya jerawat muncul pada masa remaja, tapi tidak jarang orang dewasa yang mengalaminya. Bagi kaum perempuan jerawat bisa muncul apabila datang haid atau hamil dan bisa muncul di bagian tubuh mana saja, tidak hanya di wajah. Selain itu alergi terhadap obat tertentu juga dapat merangsang tumbuhnya jerawat.
Munculnya jerawat juga sering dikaitkan dengan konsumsi makanan tertentu seperti kacang-kacangan, cokelat, atau goreng-gorengan. Meski demikian belum ada hasil penelitian yang menguatkan dugaan ini.Semua tipe jerawat baik komedo, jerawat biasa, maupun jerawat batu memang sangat mengganggu. Jerawat jenis komedo dapat dihilangkan dengan masker peel off dari gelatin buatan sendiri. Bahan-bahannya: satu sendok makan bubuk gelatin yang bisa dibeli di pasar swalayan, dua sendok makan susu cair dingin, dan satu butir putih telur. Susu cair dingin dan gelatin dicampur lalu dipanaskan, jaga jangan sampai menggumpal. Setelah leleh, dinginkan sampai hangat, lalu campurkan dengan putih telur. Oleskan adonan tadi ke wajah, kecuali seputar mata dan bibir.
Yang meresahkan para remaja putri adalah flek-flek hitam di wajah yang ditinggalkan oleh jerawat. Flek-flek hitam di wajah bekas jerawat dapat dihilangkan dengan masker jagung (Zea mays) muda atau bengkoang. Parutan jagung muda atau bengkoang dioleskan ke bagian-bagian yang hitam lalu diamkan sampai mengering.

b) Masker Wajah
Wajah yang mulus dan bebas jerawat sudah bikin senang dan puas? Supaya kulit wajah sehat dan oke, jangan lupa ikuti langkah-langkah ini!
Lakukan perawatan di bawah ini dua minggu sekali, dan rasakan bedanya.
TERBUAT DARI: Lumpur, rumput laut, bengkoang, atau buah-buahan.COCOK UNTUK: Kulit bermasalah, seperti punggung jerawatan. Oke juga untuk kamu yang aktif dan sering berada di luar ruangan, karena bisa menggantikan nutrisi yang hilang akibat pencemaran udara.
HASILNYA: Masker adalah perawatan yang paling intensif karena tidak digosokkan dan didiamkan cukup lama pada kulit. Dibanding lulur dan scrub, khasiatnya lebih terserap sehingga kulit lebih sehat, bersih dan kencang.

c) Lulur Saat Mandi
Wajah yang mulus dan bebas jerawat sudah bikin senang dan puas? Eits, tunggu dulu, Bagaimana dengan kulit tubuh, sudah bersih belum? Supaya kulit sehat dan oke, jangan lupa ikuti langkah-langkah ini!
Lakukan perawatan di bawah ini dua minggu sekali, dan rasakan bedanya.
Selalu lakukan perawatan setelah mandi, karena pada saat itu pori-pori sedang terbuka sehingga khasiatnya lebih meresap. Selain itu, setelah perawatan, tinggal bilas saja alias tidak perlu mandi lagi!
Supaya kotoran dan daki terangkat maksimal, saat melakukan lulur dan scrub, gosok badan dengan gerakan melingkar.
LulurTERBUAT DARI: Kunyit, atau bengkoang. Kalau ingin kulit kuning langsat, pilih lulur kunyit, dan pilih bengkoang kalau ingin kulit putih.COCOK UNTUK: Semua jenis kulit, terutama kulit remaja.
HASILNYA: Setelah luluran, sel-sel kulit mati beserta kotoran akan hilang, dan kulit akan segera memproduksi sel kulit baru yang sehat secara alami. Kulit jadi bebas daki, halus dan wangi!

d) Memperindah Kantung Mata
Untuk menghilangkan noda hitam pada kantung mata, silakan coba resep berikut:
* Telur
* Dua sendok makan madu
* Bengkoang
Blender semua menjadi satu. Lalu oleskan dibawah mata Anda, tepatnya dibawah kantung mata. Lakukan dua kali sehari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar