Kamis, 03 Desember 2009

makalah ku

MAKALAH

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA PEMBELAJARAN


JURUSAN BIOLOGI

2009/2010

BAB I

PENDAHULUAN

Pengembangan keterampilan proses siswa dapat dilatihkan melalui suatu kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan keterampilan proses. Pendekatan keterampilan proses adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa, sehingga siswa dapat menemukan fakta-fakta, membangun konsep-konsep dan teori-teori dengan keterampilan intelektual dan sikap ilmiah siswa sendiri.

Siswa diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti yang dikerjakan para ilmuwan, tetapi pendekatan keterampilan proses tidak bermaksud menjadikan setiap siswa menjadi ilmuwan. Keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran, nalar dan perbuatan secara efisien dan efektif untuk mencapai suatu hasil tertentu, termasuk kreativitas.

Dengan demikian, Pendekatan Keterampilan Proses adalah perlakuan yang diterapkan dalam pembelajaran yang menekankan pada pembentukan keterampilan memperoleh pengetahuan kemudian mengkomunikasikan perolehannya. Keterampilan memperoleh pengetahuan dapat dengan menggunakan kemampuan olah pikir (psikis) atau kemampuan olah perbuatan (fisik).Ada berbagai keterampilam dalam keterampilan proses.dimana mengklasifikasikan keterampilan proses menjadi keterampilan proses dasar(basic skills)dan keterampilan proses terpadu/integrasi(integrated skills)

Keterampilan proses dasar meliputi, observasi (pengamatan), clasifying (menggolongkan), communication (komunikasi), measuring (pengukuran), inferensi (menyimpulkan), prediksi (meramalkan). Sedangkan keterampilan proses terpadu/integrasi(integrated skills)meliputi mengenali variable,membuat table data,membuat grafik,menggambarkan hubungan antar variable,mengumpulkan dan mengolah data,menganalisis penelitian,menyusun hipoteis,mendefiniskan vasiabel,merancang penelitian,dan bereksperimen.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendekatan keterampilan proses

Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan- keterampilan intelektual, sosial dan fisik yang bersumber dari kemampuan- kemampuan mendasar yang prinsipnya telah ada dalam diri siswa (DEPDIKBUD, dalam Moedjiono, 1992/ 1993 : 14)

Menurut Semiawan, dkk (Nasution, 2007 : 1.9-1.10) menyatakan bahwa keterampilan proses adalah keterampilan fisik dan mental terkait dengan kemampuan- kemampuan yang mendasar yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah, sehingga para ilmuan berhasil menemukan sesuatu yang baru.

Dimyati dan Mudjiono (Sumantri, 1998/1999: 113) mengungkapkan bahwa pendekatan keterampilan proses bukanlah tindakan instruksional yang berada diluar jangkauan kemampuan peserta didik. Pendekatan ini justru bermaksud mengembangkan kemampuan- kamapuan yang dimiliki peserta didik.

B. Jenis- Jenis Pendekatan Keterampilan Proses Dasar

Ada berbagai jenis – jenis keterampilan keterampilam dalam keterampilan proses.dimana mengklasifikasikan keterampilan proses menjadi keterampilan proses dasar(basic skills)dan keterampilan proses terpadu/integrasi(integrated skills)

Keterampilan proses dasar meliputi, observasi (pengamatan), clasifying (menggolongkan), communication (komunikasi), measuring (pengukuran), inferensi (menyimpulkan), prediksi (meramalkan). Sedangkan keterampilan proses terpadu/integrasi meliputi mengenali variable,membuat table data,membuat grafik,menggambarkan hubungan antar variable,mengumpulkan dan mengolah data,menganalisis penelitian,menyususn hipoteis,mendefiniskan vasiabel,merancang penelitian,dan bereksperimen.

· Khusus untuk keterampilan proses dasar, proses- prosesnya meliputi :

1. Keterampilan Mengobservasi/Mengamati

Keterampilan mengobservasi menurut Esler dan Esler (1984) adalah keterampilan yang dikembangkan dengan menggunakan semua indera yang kita miliki untuk mengidentifikasi dan memberikan nama sifat- sifat dari objek- objek atau kejadian- kejadian. Definisi serupa disampaikan oleh Abruscato (1988) yang menyatakan bahwa mengobservasi artinya mengunakan segenap panca indera untuk memperoleh imformasi atau data mengenai benda atau kejadian. (Nasution, 2007: 1.8- 1.9)

Kegiatan yang dapat dilakukan yang berkaitan dengan kegiatan mengobservasi misalnya menjelaskan sifat- sifat yang dimiliki oleh benda- benda, sistem- sistem, dan organisme hidup. Sifat yang dimiliki ini dapat berupa tekstur, warna, bau, bentuk ukuran, dan lain- lain. Contoh yang lebih konkret, seorang guru sering membuka pelajaran dengan menggunakan kalimat tanya seperti apa yang engkau lihat ? atau bagaimana rasa, bau, bentuk, atau tekstur…? Atau mungkin guru menyuruh siswa untuk menjelaskan suatu kejadian secara menyeluruh sebagai pendahuluan dari suatu diskusi.

2. Keterampilan Mengklasifikasi/Menggolongkan

Keterampilan mengklasifikasi menurut Esler dan Esler merupakan ketermpilan yang dikembangkan melalui latihan- latihan mengkategorikan benda- benda berdasarkan pada (set yang ditetapkan sebelumnya dari ) sifat- sifat benda tersebut. Menurut Abruscato mengkalsifikasi merupakan proses yang digunakan para ilmuan untuk menentukan golongan benda- benda atau kegaitan- kegiatan. (Nasution, 2007 : 1.15)

Bentuk- bentuk yang dapat dilakukan untuk melatih keterampilan ini misalnya memilih bentuk- bentuk kertas, yang berbentuk kubus, gambar- gambar hewan, daun- daun, atau kancing- kancing berdasarkan sifat- sifat benda tersebut. Sistem- sistem klasifikasi berbagai tingkatan dapat dibentuk dari gambar- gambar hewan dan tumbuhan (yang digunting dari majalah) dan menempelkannya pada papan buletin sekolah atau papan panjang di kelas.

Contoh kegiatan yang lain adalah dengan menugaskan siswa untuk membangun skema klasifikasi sederhana dan menggunakannya untuk kalsifikasi organisme- organisme dari carta yang diperlihatkan oleh guru, atau yang ada didalam kelas, atau gambar tumbuh- tumbuhan dan hewan- hewan yang dibawa murid sebagai sumber klasifikasi

3. Keterampilan Mengukur

Keterampilan mengukur menurut Esler dan Esler dapat dikembangkan melalui kegiatan- kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan satuan- satuan yang cocok dari ukuran panjang, luas, isi, waktu, berat, dan sebagainya. Abruscato menyatakan bahwa mengukur adalah suatu cara yang kita lakukan untuk mengukur observasi. Sedangkan menurut Carin, mengukur adalah membuat observasi kuantitatif dengan membandingkannya terhadap standar yang kovensional atau standar non konvensional. (Nasution, 2007 : 1.20)

Keterampilan dalam mengukur memerlukan kemampuan untuk menggunakan alat ukur secara benar dan kemampuan untuk menerapkan cara perhitungan dengan menggunakan alat- alat ukur. Langkah pertama proses mengukur lebih menekankan pada pertimbangan dan pemilihan instrumen (alat) ukur yang tepat untuk digunakan dan menentukan perkiraan sautu objek tertentu sebelum melakukan pengukuran dengan suatu alat ukur untuk mendapatkan ukuran yang tepat.

Untuk melakukan latihan pengukuran, bisa menggunakan alat ukur yang dibuat sendiri atau dikembangkan dari benda- benda yang ada disekitar. Sedangkan pada tahap selanjutnya, menggunakan alat ukur yang telah baku digunakan sebagai alat ukur. Sebagai contoh, dalam pengukuran jarak, bisa menggunakan potongan kayu, benang, ukuran tangan, atau kaki sebagai satuan ukurnya. Sedangkan dalam pengukuran isi, bisa menggunakan biji- bijian atau kancing yang akan dimasukkan untuk mengisi benda yang akan diukur.

Contoh kegiatan mengukur dengan alat ukur standar/ baku adalah siswa memperkirakan dimensi linear dari benda- benda (misalnya yang ada di dalam kelas) dengan menggunkan satuan centi meter (cm), dekameter (dm), atau meter (m). Kemudian siswa dapat menggunakan meteran (alat ukur, mistar atau penggaris) untuk pengukuran benda sebenarnya.

4. Keterampilan Mengkomunikasikan

Menurut Abruscato (Nasution, 2007: 1.44 ) mengkomunikasikan adalah menyampaikan hasil pengamatan yang berhasil dikumpulkan atau menyampaikan hasil penyelidikan. Menurut Esler dan Esler ((Nasution, 2007: 1.44) dapat dikembangkan dengan menghimpun informasi dari grafik atau gambar yang menjelaskan benda- benda serta kejadain- kejadian secara rinci.

Kegiatan untuk keterampilan ini dapat berupa kegiatan membaut dan menginterpretasi informasi dari grafik, charta, peta, gambar, dan lain- lain. Misalnya siswa mengembangkan keterampilan mengkomunikasikan deskripsi benda- benda dan kejadian tertentu secar rinci. Siswa diminta untuk mengamati dan mendeskrifsikan beberapa jenis hewan- hewan kecil ( seperti ukuran, bentuk, warna, tekstur, dan cara geraknya), kemudain siswa tersebut menjelaskan deskrifsi tentang objek yang diamati didepan kelas.

5. Keterampilan Menginferensi

Keterampilan menginferensi menurut Esler dan Esler dapat dikatakan juga sebagai keterampilan membuat kesimpulan sementara. Menurut Abruscato , menginferensi/ menduga/ menyimpulakan secara sementara adalah adalah menggunakan logika untuk memebuat kesimpulan dari apa yagn di observasi( Nasution, 2007 : 1.49)

Contoh kegiatan untuk mengembangkan keterampilan ini adalah dengan menggunakan suatu benda yang dibungkus sehingga siswa pada mulanya tidak tahu apa benda tersebut. Siswa kemudian mengguncang- guncang bungkusan yang berisi benda itu, kemudian menciumnya dan menduganya apa yang ada di dalam bungkusan ini. Dari kegiatan ini, siswa akan belajar bahwa akan muncul lebih dari satu jenis inferensi yang dibuat untuk menjelaskan suatu hasil observasi. Disamping itu juga belajar bahwa inferensi dapat diperbaiki begitu hasil observasi dibuat.

6. Keterampilan Memprediksi

Memprediksi adalah meramal secara khusus tentangapa yang akan terjadi lpada observasi yang akan datang (Abruscato Nasution, 2007 : 1.55) atau membuat perkiraan kejadian atau keadaan yang akan datang yang diharapkan akan terjadi (Carin, 1992). Keterampilan memprediksi menurut Esler dan Esler adalah keterampilan memperkirakan kejadian yang akan datang berdasarkan dari kejadian- kejadian yang terjadi sekarang, keterampialn menggunakna grafik untuk menyisipkan dan meramalkan terkaan- terkaan atau dugaan- dugaan. (Nasution, 2007 : 1.55)

Jadi dapat dikatakan bahwa memprediksi sebagai menyatakan dugaan beberapa kejadian mendatang atas dasar suatu kejadian yang telah diketahui Contoh kegiatan untuk melatih kegiatan ini adalah memprediksi berapa lama (dalam menit, atau detik) lilin yang menyala akan tetap menyala jika kemudian ditutup dengan toples (dalam berbagai ukuran) yang ditelungkupkan.

· Khusus untuk keterampilan proses terpadu/integrasi proses- prosesnya meliputi :

1. mengenali variable

Dimana variable diartikan sebagai konsep yang mempunyai variasi nilai/konsep yang diberi lebih dari satu nilai/konsep yang mempunyai variasi nilai/segala sesuatu yang dapat berubah/berganti dalam satu situasi.

Dalam melakukan penelitian perlu mengenal variable,dimana ada dua macam variable yang diketahui,yakni :

a. variabel termanipulasi /bebas diartikan sebagai variable yang dengan sengaja diubah – ubah dalam suatu situasi dan diselidiki pengaruhnya.

b. Variable terikat / hasil diartikan sebagai variable yang diramalakan akan timbul dalam hubungan yang fungsional(sebagai pengaruh dari variable bebas)

2. membuat table data

Dalam pengumpulan data,perlu adanya membuat table data,dimana dalam keterampilan membuat table data perlu dibelajarkan kepada siswa karena memiliki fungsi penting untuk mnyajikan data yang diperlukan untuk penelitian.

Dimana kegiatan dalam mengembangkan keterampilan membuat table data seperti membuat table frekuansi,membuat table silang,

3. membuat grafik

Ketermapilam membuat grafik adalah kemampuan mengolah data untuk disajikan dalam bentuk visualisasi garis atau bidang datar dengan variable termanipulasi selau pada sumbu datar dan variable hasil selalu pada sumbu vertical

Kegiatan – kegiatan yang dilakukan dalam keterampilan membuat grafik antara lain adalah membaca data dalam table,membuat grafik garis,membuat grafik balokj,membuat grafik bidang lain.

4. menggambarkan hubungan antar variable

Keterampilan menggambarkan hubungan antar variable diartikan sebagai kemampuan mendeskripsikan hubungan antar variable termanipulasi dengan variable hasil,yang menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap peneliti/onti dari penelitian ilmiah.

Kegiatan – kegiatan yang dilakukan dalam mengembangkan keterampilan menggambarkanhubungan antar variable seperti menggambarkan hubungan variable simetris,menggambarkan hubungan variable timbale balik,dan hubungan variable simetris.

5. mengumpulkan dan mengolah data

keterampilan mengumpulkan dan mengolah data adalah kemampuan memperoleh informasi /data dari sumber informasi,baik berupa lisan ,tertulis/pengamatan,dan mengkajinya lebih lanjut.

Kegiatan – kegiatan yang dilakukan adalah seperti membuat instrument pengumpulan data,mentabulasi data,dll.

6. menganalisis penelitian

kterampilan menganalisis data merupakan kemampuanmenelaah laporan penelitian orang lainuntuk meningkatkanpengenalan terhadap unsure – unsure penelitian.kegiatan yang dilakukan seperti mengenali variable,mengenali rumusan hipotesis.

7. menyusun hipotesis

keterampilan menyusun hipotesis diartikan sebagai kemampuan menyatakan “dugaan yang dianggap benar” menengenai adanya suatu factor yang terdapat dalam suatu situasi maka akan ada akibat tertentu yang dapat diduga akan timbul,sehingga menghasilkan rumusan dalam bentuk kalimat pernyataan.

Kegiatan yang dilakukan seperti menysusn hipotesis kerja,menyusun hipotesis nol,memperbaiki suatu rumusan suatu hipotesis,dll.

8. mendefiniskan vasiabel

ketererampilan mendefiniskan vasiabel diartikan sebagai kemampuan mendeskripsikan variable beserta segala atribut sehingga tidak menimbulakan penafsiran ganada.

Kegiatan yang dilakukan seperti mengenal atribut variable bebas,membatasi lingkunagan variable terikat,dll.

9. merancang penelitian

Keterampilan merancang penelitian diartikan sebagai suatu kegiatan untuk mendeskripsikan variable – variable yang dimanipulasi dan direspon dalam penelitian secara operasional.

Kegiatan yang dilakukan dalam merancang peneliatian adalah seperti mengenali,menentukan,merumuskan masalaha yang akan diteliti,dll.

10. bereksperimen.

Bereksperimen diartikan sebagai keterampilan untuk mengadakan pengujian terhadap ide – ide yang bersumber dari fakta,konsep,dan prinsip ilmu pengetahuan sehhingga dapat diperoleh informasi yang menerima atau menolak ide – ide itu.Kegiatan yang dilakukan dalah seperti menguji kebenaran ketermpilanbereksperimen,dll.

  1. Penerapan keterampilan proses dalam pemblajaran

Penerapan KPK dalam pembelajaran merupakan hal yang wajar dan wajib dilaksanakan oleh setiap guru dalam pembelajarannya,dan untuk dapat menerapkan KPK diperlukannya pertimbangan dan memperhatikan karakteristik mata pelajaran / bidang studi,juga perlunya kesadaran bahwa dalam suatu kegiatan pembelajaran dapat terjadi pengembangan lebih dari sati macam ketermpilan proses.

Untuk Keterampilan proses dasar, meliputi keterampilan mengobservasi, mengklasifikasi, mengobservasi, mengklasifikasikan, mengukur, mengkomunikasikan, menginferensi, yang tidak berhenti pada jenjang pendidikan sekolah dasar.

Dalam sekolah lanjutan penerapan KPK tetap dilakukan,namun penerapan keterampilan proses dasar perlu didukung dengan penerapan keterampilan proses terpadu/integrasi yang meliputi mengenali variable,membuat table data,membuat grafik,menggambarkan hubungan antar variable,mengumpulkan dan mengolah data,menganalisis penelitian,menyususn hipoteis,mendefiniskan vasiabel,merancang penelitian,dan bereksperimen

Dimana kiata tahu bahwa penerapan keterampilan terintegrasi dalam PKP merupakan keterampilan melaksanakan suatu klegiatan penelitian,maka penerapannya dalam pembelajaran hendaknya dilakukan dengan berurutan,maksudnya dimana si pebelajar harus menguasai keterampilan yang satui sebelum berpindah pada keterampilan yang lain.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan- keterampilan intelektual, sosial dan fisik yang bersumber dari kemampuan- kemampuan mendasar yang prinsipnya telah ada dalam diri siswa .

Keterampilan proses dasar, meliputi keterampilan mengobservasi, mengklasifikasi, mengobservasi, mengklasifikasikan, mengukur, mengkomunikasikan, menginferensi,

Dan keterampilan proses terpadu/integrasi meliputi mengenali variable,membuat table data,membuat grafik,menggambarkan hubungan antar variable,mengumpulkan dan mengolah data,menganalisis penelitian,menyususn hipoteis,mendefiniskan vasiabel,merancang penelitian,dan bereksperimen.

B. SARAN

Untuk mengoptimilisasikan proses pembelajaran bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar, terkadang membutuhkan alat peraga atau media pembelajaran yang bersifat modern, seperti audio visual dan alat peraga atau media pembelajaran tersebut terkesan mahal, sehingga semua sekolah dasar tidak mampu memilikinya yang dampaknya akan menghambat daripada proses pembelajaran IPA disekolah dasar.

DAFTAR PUSTAKA

Moedjiono dan Moh. Dimyati. 1992/ 1993. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : DEPDIKBUD\

www.google.com

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang

Segala puji bagi Allah yang telah mencurahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, sehingga kita masih bisa menjalani aktivitas kita seperti biasanya. Serta penulis dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen, dengan judul “PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DASAR PADA PEMBELAJARAN”

Dan salawat beserta salam kita hadiahkan untuk nabi kita Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam kebodohan hingga alam yang penuh ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini.

Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah membantu dalam proses pembuatan tugas ini, sehingga tugas ini dapat penulis selesaikan pada waktu yang telah ditentukan.

Dalam penulisan tugas ini, penulis menyadari bahwa banyak kekurangan dalam penulisan maupun dalam penyusunannya. Maka dari itu penulis mengharapkan saran dan kritikan dari pembaca untuk memberikan saran dan kritikannya, agar untuk kedepannya penulisan ini lebih baik dari sebelumnya.



i


DAFATAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………...i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………ii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………. ..1

BAB II ANALISIS DATA

1. pengertian pendekatan keterampilan proses…………………3

2. Jenis- Jenis Pendekatan Keterampilan Proses Dasar………….3

3. penerapan keterampilan proses dalam pemeblajaran………….11

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

A. kesimpulan……………………………………………………………14

B. saran…………………………...……………………………………14

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar